INFOSUKAMARA.COM, KOTAWARINGIN BARAT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan melalui puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Pangkalan Bun, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera” tersebut menjadi momentum untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat.
Perkembangan sektor pasar modal di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan jumlah investor. Pada Agustus 2026, jumlah investor mencapai 277.328 orang, bertambah dari 130.330 orang pada Agustus 2025.
Kabupaten Kotawaringin Barat menyumbang 32.800 investor atau 11,83 persen dari total investor provinsi. Kabupaten ini berada pada posisi ketiga setelah Kotawaringin Timur dan Kapuas.
Nilai transaksi saham di Kotawaringin Barat meningkat dari Rp13,29 miliar menjadi Rp20,16 miliar. Di sektor dana pensiun, aset di Kalimantan Tengah tumbuh 3,9 persen dari Rp114,84 miliar menjadi Rp119,42 miliar.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan bahwa pertumbuhan akses keuangan perlu disertai pemahaman agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan secara tepat.
“Inklusi keuangan bukan sekadar memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui momentum BIK, World Investor Week, dan Bulan Dana Pensiun, kami mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan menabung, memahami investasi, serta merencanakan masa pensiun sejak dini sebagai fondasi ketahanan finansial jangka panjang,” terang Primandanu.
Puncak BIK tahun ini berlangsung bersamaan dengan World Investor Week dan Bulan Dana Pensiun. Ketiga momentum tersebut mendorong masyarakat memahami pentingnya menabung, berinvestasi sesuai profil risiko, dan mempersiapkan masa pensiun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Rody Iskandar, yang mewakili bupati, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap pemerataan akses keuangan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha dalam meningkatkan literasi serta memperluas akses keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM, generasi muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan. Dengan akses keuangan yang semakin merata, perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” terang Rody.
Acara puncak juga diisi talkshow keuangan secara hybrid yang diikuti 400 peserta. Narasumber dari OJK, BI, BEI, dan BPJS Ketenagakerjaan membahas pengenalan produk keuangan, kejahatan digital, aktivitas keuangan ilegal, investasi, serta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Stan layanan perbankan dan pasar modal turut dihadirkan untuk memberikan informasi dan konsultasi kepada peserta.
OJK Kalimantan Tengah berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis dapat memperkuat literasi keuangan, memperluas akses layanan formal, serta meningkatkan perlindungan konsumen.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan


Leave a Reply